Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemulihan Pasien dengan Ketergantungan NAPZA di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda Lampung Selatan
Abstract
The problem that often occurs in drug users is relapse. Relapse is a complex problem and requires intensive management. From the assessment results, it was found that on average patients use drugs again due to several factors including peer factors, family factors that do not provide support for recovery, work factors
and also other factors. The aim of this research is to determine the relationship between family support and the recovery of patients with drug dependence at the Kalianda BNN Rehabilitation Center in South Lampung. This research is an analytical survey research using a cross-sectional approach and statistical tests using parametric (Chi-Square) tests. The population in this study were 42 patients undergoing inpatient rehabilitation at the BNN Kalianda Rehabilitation Center, South Lampung with a sample size of 42 samples and a total sampling
technique. Data collection instruments used family support questionnaires andĀ recovery questionnaires. The results of the research show that there is a relationship between family support and the recovery of patients with drug dependence at the BNN Kalianda Rehabilitation Center, South Lampung, shown by a p-value of 0.006 (<0.05). Suggestions for health workers include involving families in the rehabilitation process forĀ drug abusers, so that those being rehabilitated feel more optimal family support.
References
Pengukurannya, Edisi ke-2. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar Offset.
Badan Narkotika Nasional. (2014). Laporan
akhir survei nasional perkembangan
penyalahgunaan narkoba tahun anggaran
2014. Jakarta: BNN. Di akses dari :https://
bnn.go.id/laporan-akhir-survei-nasionalperkembangan-
penyalahguna-narkobatahun-
anggaran-2014
Chairunnisa, M et al., (2019). Hubungan
Pengetahuan, Usia dan Jenis Kelamin
Terhadap Penggunaan NAPZA Pada Remaja
Provinsi Sumatera Utara (Analisis Data
Sekunder SRPJMN Tahun 2017). Diakses
dari : https://ojs.uma.ac.id/index.php/
diversita/article/view/2234/2.pdf
Dion, Y., & Betan, Y. (2013). Asuhan keperawatan
keluarga konsep dan praktik. Yogyakarta:
Nuha Medika.
Firdaus, a., & Mahargia, y. (2018). Pengetahuan
dan Sikap Remaja terhadap Penggunaan
Napza di Sekolah Menengah Atas di Kota
Semarang (Doctoral dissertation, Universitas
Muhammadiyah Semarang).
Friedman, M. M., & Bowden, V. R. (2013). Buku
ajar keperawatan keluarga. EGC.
H a m z a h U n o . ( 2 0 1 6 ) . Te o r i M o t i v a s i &
Pengukurannya: Analisis di Bidang.
Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.
Isnaini, Y., Hariyono, W., & ken Utami, I. (2011).
Hubungan antara dukungan keluarga dengan
keinginan untuk sembuh pada penyalahguna
NAPZA di lembaga pemasyarakatan
wirogunan kota yogyakarta. Kes Mas: Jurnal
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Ahmad Daulan, 5(2), 24856.
Kementrian kesehatan Republik Indonesia.
(2015). Profil kesehatan Indonesia tahun
2014. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses dari
: https://www.kemkes.go.id/resources/
download/pusdatin/profil-kesehatanindonesia/
profil-kesehatan-indonesia-2014.
KEMENSOS-RI. 2015. Buku Saku. Pekerja Sosial,
Konselor Adiksi dan Tenaga Kesejahteraan
Sosial Pada Rehabilitasi Sosial Korban
Penyalahgunaan NAPZA. Jakarta: Kemensos
Kusmiran, E. (2011). Kesehatan reproduksi remaja
dan wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Lisa, Julianan FR ,Sutrisna, Nengah W, 2013.
Narkoba, psikotropika dan gangguan jiwa.
Yogyakarta: Nuha Medika
Notoatmodjo, S. (2014) Promosi Kesehatan dan
Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Oktaviani, A., & Jannah, S. R. (2019). dukungan
keluarga dengan motivasi untuk sembuh
pada residen di instalasi rehabilitasi
napza. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas
Keperawatan, 4(2).
Primanda, W. (2015). Hubungan Dukungan
Sosial dengan Motivasi untuk Sembuh pada
Pengguna Napza di Rehabilitasi BNN Tanah
Merah Samarinda Kalimantan Timur. Jurnal
Psikologi Kepribadian, 3(3), 589-595.
Rindiani, R., & Nurmaguphita, D. (2017). Hubungan
Dukungan Keluarga Dengan Tingkat
Motivasi Untuk Sembuh Pada Penyalahguna
Napza Di Lapas Narkotika Kelas II A
Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas'
Aisyiyah Yogyakarta).
Saadadiyah, N., & Sartika, D. (2019). Hubungan
Antara Dukungan Sosial Dengan Character
Strength Orang Tua Dari Anak Penderita
Kanker Di Rumah Cinta Bandung.
Setiawati, S., & Dermawan, A. C. (2015). Tuntunan
Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga.
Sugiono (2018). Metode Penelitian Bisnis.
Bandung: Alfabeta
Suparno, S. F. (2017). Hubungan dukungan sosial
dan kesadaran diri dengan motivasi sembuh pecandu napza. Jurnal Psikoborneo, 5(2),
234-245
Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun
2009 Tentang Narkotika dalam lampiran 1
UUD R.I Tahun 2009.
Yunitasari.(2018). Pengaruh Dukungan Keluarga
terhadap Kekambuhan Pecandu Narkoba
Rehabilitasi di RSJ GRHASIA Yogyakarta.
Primanda, W. (2015).Hubungan dukungan
sosial dengan motivasi untuk sembuh
pada pengguna NAPZA di rehabilitasi
BNN Tanah Merah Samarinda Kalimantan
Timur.E-journal psikologi.3(3). 589595
United Nations Officeon Drugsand Crime, I.
(2015). LEAHN. Practical guide for civil
society HIV service providers among people
who use drugs: Improving cooperation and
interaction with law enforcement officials.
Vienna: UNODC. Diakses dari : https://
www.unodc.org/documents/hiv-aids/2016/
Practical_Guide_for_Civil_Society_HIV_
Service_Providers.pdf
WHO (World Health Organization)( 2015-2018).
dalam Artikel Infodatin
Yunitasari, I. (2018). Hubungan Dukungan
Keluarga dan Self-Efficacy dengan Upaya
Pencegahan Relapse pada Penyalahguna
Napza Pasca Rehabilitasi di Badan
Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan
Timur. Psikoborneo, 6(2), 420-434.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.