Pengaruh Pelatihan Konselor Sebaya Pada Mahasiswa Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Memberikan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja
Abstract
Pertumbuhan dan perubahan fisiologis, psiko-sosial yang signifikan menjadikan remaja berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi yang sangat mempengaruhi serta sangat menentukan masa depan mereka selanjutnya. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di sekolah sangat penting sebagai upaya preventif dan alternatif serta solusi untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja.
Peran dan fungsi konselor sebaya yang terlatih sangat penting dalam memberikan informasi/ konseling tentang kesehatan reproduksi kepada teman sebayanya. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari pelatihan konselor sebaya terhadap pengetahuan dan keterampilan memberikan informasi/konseling kesehatan reproduksi remaja.
Design penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group design. Setelah jumlah sample penelitian dan kelompok intervensi serta kelompok control ditetapkan, selanjutnya dilakukan pre test pada masing-masing kelompok untuk mengetahui pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan keterampilan konselor sebaya pada mahasiswa sebelum dilakukan intervensi. Pada pelaksanaan intervensi
pada kelompok perlakuan berupa pelatihan, dibagi lagi menjadi 2 kelas yang masing-masing berjumlah 20 peserta, sedang kan pada kelompok control diberikan ceramah dan tanyajawab.
References
conducting health surveys: a comprehensive
guide:John Wiley & Sons.
Arfan, M. (2009) Efektifitas pendidikan kesehatan
melalui E-File multimedia materi KRR dan
tatap muka di kelas terhadap peningkatan
pengetahuan kesehatan reproduksi remaja.
Maternal and Child Health, Universitas
Gadjah Mada.
As’ad, M. (1995) Psikologi industri. Yogyakarta:
Liberty.
BKKBN (2006) Pelaksanaan PIK-KRR di
Indonesia, Jakarta: BKKBN.
BKKBN (2012) Pedoman Pelaksanaan
Pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling
Ramaja dan Mahasiswa (PIK R/M), Jakarta:
BKKBN.
BPS, BKKBN & Kemenkes, R. (2013a) Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun
2012, Kesehatan Reproduksi Remaja.
Jakarta: BPS, BKKBN, Kemenkes RI,
MEA SURE DHS, ICF International.
BPS, BKKBN & Kemenkes RI (2013b) Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012.
Jakarta: BPS, BKKBN, Kemenkes RI,
MEASURE DHS, ICF International
Campbell, D. T., Stanley, J. C. & Gage, N. L. (1963)
Experimental and quasi-experimental designs
for research. Houghton Mifflin Boston.
Carr, R. A. (1981) Theory and Practice of Peer
Counseling Ottawa. Canada Employment
and Immigration Commission.
Corey, G. (2005) Theory and Practice of Counseling
and Psychotherapy
USA Thomson Brook/ Cole.
Creagh, S., Lapangan, T. S. & Politik, I. (2004)
Pendidikan seks di SMA DI Yogyakarta.
Bening. Australian Consortium for in
Country Indonesian, 1.
Creswell, J. W. (2014) Research Design,
Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
Mixed, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Depkes RI (2008a) Pedoman Perencanaan
Pembentukan dan Pengembangan Puskesmas
PKPR di Kab/Kota, Jakarta:Depkes RI.
Depkes RI (2008b) Program Kesehatan
Reproduksi dan Pelayanan Integratif di
Pengaruh Pelatihan Konselor Sebaya Pada Mahasiswa Terhadap Pengetahuan dan Ketrampilan Memberikan Informasi Kesehatan ...
Tingkat Pelayanan Dasar, Jakarta:Depkes
RI.
Depkes RI (2009) Pedoman perencanaan
pembentukan dan pengembangan puskesmas
pelayanan kesehatan peduli remaja bagi Tim
Kabupaten/Kota, Jakarta:Depkes RI.
Dettmer, P. (2005) New blooms in established
fields: Four domains of learning and doing.
Roeper Review, 28(2): 70-78.
Dinkes Kutim (2014) Pelayanan Kesehatan Pedulu
Remaja (PKPR) Kab. Kutai Timur.
Emilia, O. (2008) Promosi kesehatan dalam
lingkup kesehatan reproduksi. Pustaka
Cendikia, Yogyakarta.
Enjang, A. (2009) Komunikasi Konseling, Bandung
Nuansa.
Gomes, F. C. (2003) Manajemen sumber daya
manusia, Yogyakarta: Andi Offset.
Green, L. W. & Kreuter, M. W. (1991) Health
promotion planning: an educational and
environmental approach. Health promotion
planning: an educational and environmental
approach. Mayfield.
Green, L. W., Kreuter, M. W., Deeds, S. G.,
Partridge, K. B. & Bartlett, E. (1980) Health
education planning: a diagnostic approach.
Hamalik, O. (2000) Pengembangan sumber
daya manusia: manajemen pelatihan
ketenenagakerjaan pendekatan terpadu,
Jakarta: Bumi Aksara.
Hersan, R. (2007) Pendidikan Seks Diperjuangkan
Masuk Sekolah di Bali [Online]. Available:
www.tempointeraktif.htm. [Accessed].
Hull, T. H., Hasmi, E. & Widyantoro, N. (2004)
“Peer” educator initiatives for adolescent
reproductive health projects in Indonesia.
Reproductive Health Matters, 12(23): 29-39.
Hunt, D. P. (2003) The concept of knowledge and
how to measure it. Journal of intellectual
capital, 4(1): 100-113.
Hurlock, E. B. (1980) Psikologi perkembangan:
Suatu pendekatan sepanjang rentang
kehidupan, Jakarta: Erlangga.
Husni, F. (2005) Pendidikan Kesehatan Reproduksi
Remaja [Online]. Suara Merdeka. Available:
www.suaramerdeka.htm [Accessed 7 juni
2005 ].
Imran, I. (1999) Perkembangan Seksual Remaja,
Jakarta: PKBI, IPPF, BKKBN dan UNFPA,.
Kan, P. V. (1996) Peer Counseling in Explanation
[Online]. Available: www.peercounseling.
com [Accessed 22 Agustus 2006].
Kemenkes RI (2010) Pedoman Teknik Konseling
Kesehatan Remaja bagi Konselor Sebaya,
Jakarta:Direktorat Jendral Bina Gizi dan
Anak, Kemenkes RI.
Kemenkes RI (2011a) Kurikulum Pelatihan
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
(PKPR), Jakarta:Kemenkes RI.
Kemenkes RI (2011b) Modul Pelatihan Pelayanan
Kesehatan Peduli Remaja (PPR) bagi
Konselor Sebaya, Jakarta:Kemenkes RI.
Kemenkes RI (2011c) Modul Pelatihan Pelayanan
Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi
Tenaga Kesehatan, Jakarta:Kemenkes RI.
Kirkpartick, D. L. (1994) Evaluating training
programs, San Francisco:Berrett-Koehler
Publishers, Inc.
Latipun (2010) Pengantar Konseling,
Jakarta:Rineka Cipta.
Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J. & Lwanga,
S. K. (1997) Besar sampel dalam penelitian
kesehatan, Yogyakarta:Gajah Mada
University.
Lesmana, J. M. (2005) Dasar-dasar konseling,
Jakarta: UIP.
Lestari, W. (2010) Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini
Tumbuh Kembang Terhadap Peningkatan
Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Bidan
49
JURNAL KEPERAWATAN, Volume 14, No 1, Juni 2022: 39-51
50
Di Kabupaten Banjar. Maternal and Child
Health, Universitas Gadjah Mada.
Machfoedz, I. & Suryani, E. (2003) Pendidikan
kesehatan bagian dari promosi
kesehatan:Fitramaya.
McIntyre, P. (2002) Adolescent friendly health
services: an agenda for change.
Mevsim, V., Guldal, D., Ozcakar, N. & Saygin, O.
(2008) What was retained? The assessment
of the training for the peer trainers’ course
on short and long term basis. BMC Public
Health, 824.
Michielsen, K., Beauclair, R., Delva, W., Roelens,
K., Van Rossem, R. & Temmerman, M.
(2012) Effectiveness of a peer-led HIV
prevention intervention in secondary schools
in Rwanda: results from a non-randomized
controlled trial. BMC public health, 12(1):
729.
Miqdad, A. A. A. (2000) Pendidikan seks bagi
remaja menurut hukum Islam:Pustaka Mitra.
Muadz, M. (2008) Modul Pelatihan Konseling
Kesehatan Reproduksi Remaja Bagi Calon
Konselor Sebaya, Jakarta: BKKBN.
Notoatmodjo, S. (1989) Pengantar Pendidikan
Kesehatan Masyarakat. Badan Penerbit
Kesehatan Masyarakat, FKM, UI, Jakarta.
Notoatmodjo, S. (2003) Pendidikan dan perilaku
kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2005) Promosi kesehatan teori
dan aplikasi, Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2007) Promosi kesehatan dan
ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Padilla-Walker, L. M. & Bean, R. A. (2009)
Negative and positive peer influence:
Relations to positive and negative behaviors
for African American, European American,
and Hispanic adolescents. Journal of
Adolescence, 32(2): 323-337.
Permata, P. (2003) Pengetahuan dan Sikap Remaja
terhadap Kesehatan Reproduksi, Kehamilan
dan Keluarga Berencana. Jurnal Penelitian
UNIB, 9(2): 109-114.
PKBI (2010) Hasil Survei Pada Remaja di
Kota Samarinda. Samarinda: Perhimpunan
Keluarga Berencana Indonesia.
Santrock, J. ( 2004) Masa Perkembangan Anak
dan Remaja,, Jakarta: Salemba Humanira
Santrock, J. W. (2012) Psikologi pendidikan,
Jakarta: Salemba Humanika.
Sarwono, S. (1993) Sosiologi Kesehatan:
beberapa konsep beserta aplikasinya,
Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Sarwono, S. W. (2004) Psikologi remaja (Ed.
revisi), Jakarta:Raja Grafindo Persada.
Shaw, D. (2009) Access to sexual and reproductive
health for young people: bridging the
disconnect between rights and reality.
International Journal of Gynecology &
Obstetrics, 106(2): 132-136.
Siagian Sondang, P. (2002) Kiat Meningkatkan
Produktivitas Kerja, Jakarta:Rineka Cipta.
Siagian, S. P. (2008) Manajemen sumber daya
manusia.
Simons-Morton, B. G., Greene, W. H. & Gottlieb,
N. H. (1995) Introduction to health education
and health promotion:Waveland PressInc.
Siswono (2001) Penting Pendidikan seks di
Sekolah [Online]. Jakarta: Harian Kompas.
Available: www.gizi.net [Accessed 15 Juli
2007].
Soetjiningsih, S. (2010) Tumbuh Kembang Remaja
dan Permasalahannya, Jakarta
Sagung Seto.
Sommart, J. & Sota, C. (2013) The Effectiveness
of a School-based Sexual Health Education
Program for Junior High School Students in
Khon Kaen, Thailand. Procedia-Social and
Behavioral Sciences, 91208-214.
Sullivan, R. L. & Gaffikin, L. (1997) Instructional
design skills for reproductive health
professionals: JHPIEGO Corporation.
Pengaruh Pelatihan Konselor Sebaya Pada Mahasiswa Terhadap Pengetahuan dan Ketrampilan Memberikan Informasi Kesehatan ...
Surilena (2006) Fenomena Seks Bebas pada
Remaja di Indonesia. Kedokteran Damianus.
Suwarjo. (2008) Konseing Teman Sebaya
(peer counseling) untuk mengembangkan
resiliensi. Psikologi Pendidikan dan
Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Indonesia,.
Syarif, R. (1987) Teknik manajemen latihan dan
pembinaan:Angkasa.
Tanjung, A., Utamadi, G., Sahajana, J. & Tafal,
Z. (2001) Kebutuhan akan informasi dan
pelayanan kesehatan reproduksi remaja.
Laporan need assessment di Kupang,
Palembang, Singkawang, Cirebon dan
Tasikmalaya. Jakarta: BKKBN & UNFPA.
Tegegn, A., Yazachew, M. & Gelaw, Y. (2008)
Reproductive health knowledge and attitude
among adolescents: a community based
study in Jimma Town, Southwest Ethiopia.
Ethiopian Journal of Health Development,
22(3): 143-151.
Thomas, A. M. (1995) Coaching for staff
development:Universities Press.
Thompson, C. L. & Rudolph, L. B. (1992)
Counseling children:Thomson Brooks/Cole
Publishing Co.
Tindall, J. A. (1989) Peer counseling: An in-depth
look at training peer helpers: ERIC.
Turnbull, J., Gray, J. & MacFadyen, J. (1998)
Improving In‐Training Evaluation
Programs. Journal of general internal
medicine, 13(5): 317-323.
Veithzal, R. & Sagala, E. J. (2009) Manajemen
Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan
dari Teori dan Praktik, Jakarta: PT Raja
Gravindo.
Walgito, B. (2004) Pengantar psikologi umum.
Yogyakarta: Andi Offset.
WHO (1992) Education for health a manual on
health education in primary health care.
Wilopo, S. A. (2001) Kumpulan Pedoman
Pelaksanaan Program Kesehatan
Reproduksi Remaja dan Perlindungan Hakhak
Reproduksi,,
Jakarta:
BKKBN.
Witherington, H. (1991) Psikologi Pendidikan,
terj. M. Bukhari, Jakarta: Rineka Cipta.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.